PKKMB DAY 1

 


NAMA : VINETA FIANANG
PRODI : D-IV ANALIS KESEHATAN
FAKULTAS : FAKULTAS KESEHATAN 

RESUME PEMATERI MY  DIGITAL PORTOFOLIO 
PKKMB DAY 1

MATERI 1

TEMA : strategi efektif untuk mengembangkan critical thinking (berpikir kritis) guna menemukan solusi terbaik

OLEH : Dr.Pulung Siswanto, SKM.,M.Kes.

1. Bangun Fondasi Dasar: Pertanyakan Segalanya

 Teknik 5W1H:
 What (Apa masalahnya?), Why (Mengapa ini terjadi?), Who (Siapa yang terlibat?), When (Kapan terjadi?), Where (Di mana konteksnya?), How (Bagaimana dampaknya?).
 Contoh: Jika produktivitas tim menurun, tanyakan: "Apa penyebab spesifiknya? Mengapa sekarang? Bagaimana pengaruhnya terhadap target?"
 Hindari Asumsi: Selalu minta bukti atau data sebelum menerima klaim.
 2. Kembangkan Kemampuan Analisis

 Pisahkan Fakta vs. Opini:
 Fakta: "Penjualan turun 20% di Q1."
 Opini: "Tim marketing kurang kompeten."
 Tindakan: Fokus pada fakta untuk analisis objektif.
 Identifikasi Pola & Hubungan Sebab-Akibat:
 Gunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram) untuk memetakan akar masalah.
 3. Gunakan Kerangka Berpikir Terstruktur

 Metode SWOT:
 Analisis Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (ancaman) sebelum memutuskan solusi.
 Proses DECIDE:
 Definisikan masalah → Eksplorasi opsi → Consekuensi tiap opsi → Identifikasi solusi terbaik → Develop rencana → Evaluasi hasil.
 4. Latih Keterbukaan Pikiran

 Cari Perspektif Berbeda:
 Diskusikan masalah dengan orang dari latar berbeda (misal: teknisi, customer, atasan).
 Teknik: "Role-playing" (berpura-pura menjadi pihak lain) untuk memahami sudut pandang baru.
 Aktif Membaca & Mendengar:
 Baca artikel dari sumber kontradiktif, catat argumen pro/kontra.
 5. Evaluasi Solusi Secara Sistematis

 Kriteria Klarifikasi:
 Tentukan parameter solusi ideal: biaya, waktu, risiko, keberlanjutan.
 Contoh: Solusi harus "mengurangi biaya 15% tanpa PHK".
 Uji Logika dengan "Premis-Kesimpulan":
 Jika A → B, apakah B selalu benar jika A terjadi?
 Contoh: "Jika investasi teknologi (A), maka efisiensi naik (B)." → Cari bukti korelasi.
 6. Terapkan Alat Bantu Praktis

 Matriks Keputusan:
 Buat tabel kolom: Opsi Solusi | Kriteria | Skala (1-5) | Total Skor.
 Pilih solusi dengan skor tertinggi.
 Pro-Con List + Weighting:
 Beri bobot pada setiap pro/kontra (misal: "biaya rendah" bobot 3, "risiko tinggi" bobot -5).
 7. Asah Keterampilan Refleksi Diri

 Journaling:
 Tulis proses berpikir Anda saat menyelesaikan masalah. Apa yang terlewat? Mengapa?
 Review Keputusan:
 Setelah 1 bulan, evaluasi: "Apakah solusi ini efektif? Bagaimana cara saya bisa berpikir lebih baik?"
 8. Latihan Konsisten dengan Skenario Nyata

 Studi Kasus:
 Analisis masalah bisnis/berita terkini (misal: "Bagaimana perusahaan X mengatasi krisis pasokan?").
 Debat Terarah:
 Pilih topik kontroversial, latih argumen pro/kontra dengan data.
 Contoh Penerapan:

Masalah: Customer complaint meningkat 30% di aplikasi e-commerce.

 5W1H: "Apa jenis komplain terbanyak? (What) Mengapa terjadi di bulan ini? (Why)"
 Analisis Data: Temukan 70% komplain tentang bug checkout.
 Solusi Opsi:
 Opsi A: Perbaiki bug (biaya tinggi, waktu 2 minggu).
 Opsi B: Sementara gunakan payment gateway alternatif (biaya rendah, risiko keamanan).
 Matriks Keputusan: Opsi A menang karena keberlanjutan jangka panjang.
 Evaluasi: Setelah perbaikan, pantau penurunan komplain setiap minggu.
 Kunci Sukses:

 Sabar & Konsisten: Critical thinking adalah muscle yang perlu dilatih.
 Belajar dari Kegagalan: Setiap keputusan buruk adalah pelajaran untuk analisis lebih tajam.
 Kolaborasi: Diskusi dengan orang lain akan memperkaya sudut pandang Anda.
 Dengan menerapkan strategi ini secara disiplin, Anda akan mampu mengidentifikasi akar masalah, mengevaluasi opsi secara objektif, dan memilih solusi terbaik berdasarkan bukti—bukan emosi atau tekanan sosial. 🌟


MATERI 2

TEMA : Sistem pendidikan tinggi di UNUSA 

OLEH : Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 UNUSA 
Profil Umum UNUSA

 Afiliasi: UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.
 Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
 Status: Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
 2. Struktur Akademik

 Fakultas dan Program Studi: UNUSA menyelenggarakan pendidikan melalui berbagai fakultas. Contoh program studi yang umumnya ada (perlu dicek di website resmi untuk update):
 Fakultas Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter.
 Fakultas Kesehatan Masyarakat: S1 Kesehatan Masyarakat.
 Fakultas Ilmu Kesehatan: S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Kebidanan, Profesi Ners.
 Fakultas Sains dan Teknologi: S1 Teknik Informatika, S1 Biologi.
 Fakultas Ekonomi dan Bisnis: S1 Manajemen, S1 Akuntansi.
 Fakultas Agama Islam: S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Ekonomi Syariah, S1 Perbankan Syariah.
 Fakultas Psikologi: S1 Psikologi.
 Fakultas Hukum: S1 Ilmu Hukum.
 Jenjang Pendidikan: Menawarkan program:
 Sarjana (S1): Durasi 4 tahun (8 semester).
 Profesi: Untuk bidang kesehatan (Dokter, Ners, Apoteker) setelah S1.
 Diploma (D3): Durasi 3 tahun (6 semester), misalnya D3 Kebidanan.
 3. Sistem Pembelajaran

 Sistem Kredit Semester (SKS): Sistem utama di UNUSA, sesuai standar nasional.
 1 SKS: Setara dengan 50 menit aktivitas per minggu selama 1 semester (16 minggu), mencakup tatap muka, tugas, ujian, dan studi mandiri.
 Beban Studi: Rata-rata 20-24 SKS per semester untuk S1.
 Kurikulum:
 Kurikulum Nasional: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
 Kurikulum Khas UNUSA: Mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an (misal: mata kuliah Ke-NU-an, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam dengan perspektif Aswaja) ke dalam berbagai program studi, termasuk non-keagamaan.
 Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Implementasi program pemerintah untuk fleksibilitas pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, dll).
 Metode Pembelajaran: Kombinasi:
 Tatap Muka (Offline): Kuliah, praktikum (khususnya kesehatan), diskusi.
 Blended Learning: Perpaduan offline dan online (menggunakan LMS seperti Moodle, Google Classroom, atau platform UNUSA).
 Student-Centered Learning: Mendorong partisipasi aktif mahasiswa, diskusi, presentasi, dan penelitian sederhana.
 Penilaian: Berdasarkan:
 UTS (Ujian Tengah Semester)
 UAS (Ujian Akhir Semester)
 Tugas Individu/Kelompok
 Kehadiran & Partisipasi
 Praktikum/Projek
 Indeks Prestasi (IP): Skala 0.00 - 4.00.
 4. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru

 Jalur Pendaftaran: Umumnya mencakup:
 Jalur Prestasi/Akademik: Bagi siswa dengan nilai rapor/UN yang tinggi.
 Jalur Ujian Mandiri (UM-UNUSA): Tes tertulis (biasanya TPA, Tes Potensi Akademik, dan Tes Bidang Studi) yang diselenggarakan UNUSA.
 Jalur SPAN-PTKIN: Seleksi bersama masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (diikuti beberapa PTKIN dan PTS Islam seperti UNUSA).
 Jalur UM-PTKIN: Ujian masuk bersama PT Islam (serupa SPAN-PTKIN).
 Jalur Hafidz/Hafidzah: Khusus untuk penghafal Al-Qur'an (biasanya ada kuota khusus).
 Persyaratan Umum:
 Lulus SMA/SMK/MA/Sederajat.
 Memenuhi nilai rata-rata yang ditentukan (tergantung jalur).
 Surat keterangan sehat (khusus untuk prodi kesehatan).
 Pas foto, ijazah/transkrip nilai (legalisir), dll.
 5. Sistem Penjaminan Mutu

 Akreditasi: Program studi dan institusi diakreditasi oleh BAN-PT. Peringkat akreditasi (Unggul, A, B, C) menjadi indikator kualitas.
 Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): UNUSA memiliki sistem untuk memastikan mutu:
 Evaluasi Kurikulum: Rutin dilakukan penyesuaian.
 Evaluasi Pembelajaran: Melalui kuisioner mahasiswa, evaluasi dosen.
 Audit Mutu Internal: Dilakukan oleh unit penjaminan mutu universitas.
 Pelaksanaan Standar: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan SN-DIKTI.
 Tracer Study: Melacak lulusan untuk mengetahui relevansi kurikulum dengan dunia kerja dan kepuasan pengguna lulusan.
 6. Layanan Mahasiswa & Fasilitas

 Layanan Akademik: Biro Administrasi Akademik (BAA), sistem informasi akademik online (untuk KRS, nilai, jadwal, keuangan).
 Layanan Kemahasiswaan: Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimbingan konseling, beasiswa, aktivitas ormawa/UKM, pengembangan softskill).
 Perpustakaan: Fisik dan digital (e-journal, e-book).
 Laboratorium: Lab praktikum (khususnya untuk prodi kesehatan, sains, teknologi), lab komputer, lab bahasa.
 Fasilitas Umum: Ruang kelas ber-AC, masjid/kampus musholla, wifi area, kantin, area parkir, fasilitas olahraga.
 Rumah Sakit Pendidikan: Untuk prodi kesehatan (biasanya bekerjasama dengan RS NU atau RS lain di Surabaya).
 7. Biaya Pendidikan

 Komponen Biaya: Umumnya terdiri dari:
 SPP (Sumbangan Pengembangan Pendidikan): Dibayar sekali di awal masuk (bisa dicicil).
 SPP Tetap/SPP Variabel: Dibayar per semester (besarnya tergantung program studi dan jenjang).
 Biaya Praktikum/Keterampilan: Khusus prodi tertentu (kedokteran, keperawatan, farmasi, dll).
 Biaya Registrasi & Kegiatan Mahasiswa.
 Kemudahan Pembayaran: Biasanya tersedia cicilan dan beasiswa (Beasiswa Prestasi, Beasiswa Tahfidz, Beasiswa Bidikmisi (KIP Kuliah), Beasiswa dari Yayasan/Lembaga, dll).
 8. Karakteristik Khas UNUSA

 Penguatan Nilai Aswaja: Integrasi nilai Islam moderat, toleran, dan berbasis kearifan lokal dalam semua aspek akademik dan non-akademik.
 Fokus pada Kesehatan: Memiliki fakultas/prodi kesehatan yang kuat (Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi) dengan fasilitas pendukung.
 Keterlibatan dalam Masyarakat: Mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam pengabdian masyarakat (KKN) yang berbasis pada nilai-nilai sosial-keagamaan.
 Lingkungan Kampus Religius: Atmosfer Islami dengan kegiatan keagamaan rutin (pengajian, dll) yang terbuka dan inklusif.
 Kesimpulan

Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA mengikuti kerangka standar nasional Indonesia (SKS, SN-DIKTI, KKNI, BAN-PT) namun memiliki keunikan dalam integrasi nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an ke dalam kurikulum, lingkungan kampus, dan pengembangan karakter mahasiswa. UNUSA menawarkan berbagai program studi, dengan keunggulan khusus di bidang kesehatan dan keagamaan, didukung oleh fasilitas yang memadai dan komitmen terhadap penjaminan mutu. Sistem penerimaan mahasiswa beragam dengan kemudahan biaya melalui beasiswa.


MATERI 3

TEMA : Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa

OLEH : Erisandy Yudhistira 

Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:

I. Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting?

 Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.
 Tantangan Finansial Khas Mahasiswa:
 Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat.
 Biaya hidup (kos, makan, transport, buku).
 Keterbatasan sumber penghasilan tetap.
 Tekanan sosial untuk konsumsi (gadget, gaya hidup, hiburan).
 Potensi terjerat utang (pinjol, kredit tanpa agunan, KTA).
 Dampak Langsung pada Kesejahteraan:
 Kesejahteraan Finansial: Menghindari utang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi.
 Kesejahteraan Akademik: Mengurangi stres finansial yang bisa mengganggu konsentrasi belajar dan prestasi akademik.
 Kesejahteraan Mental & Emosional: Mengurangi kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental yang sering dipicu oleh masalah uang.
 Kesejahteraan Masa Depan: Membangun fondasi kebiasaan keuangan sehat untuk mencapai tujuan jangka panjang (rumah, investasi, pensiun).
 II. Strategi Penguatan Literasi Keuangan Mahasiswa

Penguatan ini memerlukan pendekatan multi-pihak dan berkelanjutan:

 Peran Perguruan Tinggi (Kampus):
 Integrasi ke Kurikulum: Menyisipkan materi literasi keuangan dalam mata kuliah wajib (misal: Pengantar Ekonomi, Kewirausahaan) atau mata kuliah pilihan khusus (Manajemen Keuangan Pribadi, Perencanaan Investasi).
 Workshop & Seminar Reguler: Mengadakan sesi interaktif dengan topik spesifik:
 Pengelolaan anggaran & cash flow.
 Memahami utang (pinjaman pendidikan, pinjol, KKT).
 Dasar-dasar investasi (reksa dana, saham, emas) untuk pemula.
 Perlindungan asuransi (kesehatan, jiwa).
 Pengenalan e-wallet & transaksi digital yang aman.
 Menghindari penipuan keuangan.
 Layanan Konseling Keuangan: Menyediakan konsultan keuangan (bisa internal atau kolaborasi dengan profesional eksternal) untuk konsultasi personal secara gratis atau terjangkau.
 Platform Digital: Mengembangkan aplikasi atau portal kampus dengan:
 Kalkulator anggaran & pinjaman.
 Modul pembelajaran online (video, infografis, artikel).
 Simulasi investasi.
 Informasi beasiswa & pembiayaan kuliah.
 Kolaborasi dengan Pihak Eksternal: Menggandeng OJK, Bank Indonesia, lembaga keuangan (bank, fintech), atau komunitas profesional untuk memberikan materi dan sumber daya.
 Inisiatif Mahasiswa & Komunitas:
 Klub/Komunitas Literasi Keuangan: Membentuk wadah bagi mahasiswa yang antusias untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan mengadakan aktivitas (diskusi, webinar, kompetisi).
 Program Mentoring: Mahasiswa senior atau alumni yang berpengalaman bisa menjadi mentor bagi mahasiswa junior dalam mengelola keuangan.
 Kampanye Kesadaran: Menggunakan media sosial kampus atau komunitas untuk menyebarkan tips, infografis, dan cerita inspiratif tentang manajemen keuangan yang sehat.
 Peran Individu (Mahasiswa):
 Proaktif Mencari Informasi: Memanfaatkan sumber daya yang tersedia (perpustakaan, internet terpercaya, workshop kampus).
 Menerapkan Pengetahuan: Mulai membuat anggaran pribadi, mencatat pengeluaran, menabung secara konsisten (meski kecil), dan menghindari utang konsumtif.
 Membangun Jaringan: Bergabung dengan komunitas atau mencari mentor untuk berdiskusi dan bertanya.
 Mengembangkan Mindset: Menumbuhkan kesadaran bahwa literasi keuangan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.
 III. Dampak Penguatan Literasi Keuangan terhadap Kesejahteraan Mahasiswa

 Peningkatan Kesejahteraan Finansial:
 Mahasiswa mampu mengelola uang saku/beasiswa dengan lebih efektif.
 Penurunan tingkat utang konsumtif yang tidak produktif.
 Munculnya kebiasaan menabung dan mulai berinvestasi dini.
 Kesiapan menghadapi biaya tak terduga (dana darurat).
 Peningkatan Kesejahteraan Akademik:
 Penurunan tingkat stres terkait uang, sehingga fokus belajar meningkat.
 Potensi peningkatan IPK dan kelulusan tepat waktu.
 Kemampuan membuat keputusan finansial yang lebih baik terkait pembiayaan studi lanjut.
 Peningkatan Kesejahteraan Mental & Emosional:
 Penurunan gejala kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan masalah keuangan.
 Peningkatan rasa percaya diri dan kontrol atas hidup.
 Hubungan sosial yang lebih harmonis (kurang konflik karena uang).
 Peningkatan Kesejahteraan Masa Depan:
 Lulus dengan beban utang yang lebih terkendali (jika ada).
 Memulai karir dengan fondasi keuangan yang lebih kuat (tidak "nol besar").
 Kesiapan untuk merencanakan dan mencapai tujuan hidup jangka menengah dan panjang (rumah, nikah, investasi, pensiun).
 Menjadi anggota masyarakat yang finansial mandiri dan berkontribusi.
 IV. Tantangan & Solusi

 Tantangan: Minat mahasiswa yang rendah (dianggap "membosankan"), keterbatasan sumber daya kampus, stigma soal uang, kesulitan menerapkan teori ke praktik.
 Solusi:
 Pendekatan Menarik: Gunakan gamifikasi, studi kasus nyata, teknologi (aplikasi), dan bahasa yang relevan dengan gaya hidup mahasiswa.
 Advokasi & Kolaborasi: Menekankan pentingnya literasi keuangan kepada pihak kampus dan mencari mitra untuk mendukung program.
 Lingkungan Aman: Ciptakan ruang diskusi tanpa judgment untuk berbagi masalah keuangan.
 Fokus pada Aplikasi Praktis: Berikan workshop yang langsung bisa diterapkan (misal: workshop membuat anggaran dengan aplikasi tertentu).
 Kesimpulan:

Penguatan literasi keuangan bukanlah sekadar tambahan pengetahuan, melainkan investasi strategis dalam aset terpenting bangsa: sumber daya manusia berkualitas. Dengan menyediakan akses yang mudah, relevan, dan berkelanjutan terhadap pendidikan keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan mahasiswa itu sendiri secara kolektif dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga cerdas finansial. Ini adalah kunci untuk membuka pintu menuju kesejahteraan holistik mahasiswa—sejahtera finansial, akademis, mental, dan masa depan—yang pada akhirnya akan mencetak lulusan yang tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi maksimal bagi masyarakat.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

D4 Ankes Unusa Studi Banding Internasional dengan Universiti Putra Malaysia

PKKMB DAY 2